Sekitar satu setengah bulan setelah pembelian bibit indukan lobster air tawar, salah satu betina pun bertelur.
Perasaan senang dan bingung campur aduk.
Satu sisi senang ternyata mereka berjodoh dan kerasan tinggal di dalam kontainer sederhana yang berisi shelter dari pipa PVC dan supply oksigen yang hanya bersumber dari gelembung airator. Di sisi lain saya bingung, treatment seperti apa yang harus saya kerjakan agar kumpulan telur ini dapat tumbuh sehat hingga menjadi burayak.
Gambar di atas adalah contoh proses pemindahan indukan yang salah. Karena terlalu cepat dipisahkan dari indukan yang lain, indukan yang satu ini menjadi stress dan telur yang digendongnya pun mulai rontok satu per satu.
Saya pun mulai bertanya kepada para sepuh dan menonton video di youtube agar peristiwa tragis ini tidak terulang lagi di indukan betina yang lain.
Berikut yang dapat saya simpulkan dan terbukti berhasil menjaga telur hingga burayak turun gendong.
**Sekali lagi, ini berdasarkan pengalaman saya ya, mungkin ada banyak aspek yang tidak sesuai dengan hobbist atau peternak lobster air tawar lainnya.**
1. Tepat Waktu
Pisah indukan ke tempat lain setelah telur yang digendongnya berwarna keputihan dan sudah terlihat bintik hitam (mata) ditiap telur.
2. Jaga Kualitas Air
Perhatikan kualitas air dan supply oksigen. Induk harus selalu dalam kondisi prima selama proses gendong telur.
3. Pakan Cukup
Berikan pakan organik secukupnya. Ini sangat penting untuk diperhatikan, karena sang induk akan memakan telurnya sendiri saat kelaparan dan bilan pakan yang diberikan terlalu berlebih, sisa pakan tersebut akan meningkatkan kadar amonia dalam air.
4. Pergantian Air
Jangan ganti air seluruhnya. Cukup 30% saja air dalam wadah yang diganti tiap minggu-nya, jika lebih dari itu induk akan stress karena proses aklamasi (penyesuaian air dan suhu) yang cukup lama bagi sang induk.
5. Tempat Berlindung
Beri shelter kecil atau tanaman air dalam wadah agar ketika burayak sudah mulai turun gendong mereka dapat berlindung. Ingat, lobster air tawar ini hewan omnivora yang cenderung kanibal.
6. Pisahkan
Begitu kita pantau sudah ada beberapa burayak yang turun gendong, segera turukan secara paksa burayak yang belum mau turun gendong and pisahkan indukan ke tempat pemijahan kembali.
7. Sabar
Sabar. Tidak perlu sering-sering angak induk yang sedang gendong telur untuk cek perkembanganya.
Sekian tips dari saya, semoga bermanfaat ya.
Salam Capit Merah!
Penulis : Eko Wayandi
Komentar
Posting Komentar